Most Wanted Product

Loreal Skin GenesisLoreal Skin GenesisA unique, lightweight hydrator that creates a more flawless complexion by evening skin's tone and instantly smoothing skin's surface. Day after day, it strengthens the skin.
Sale Price: $16.99 - ORDER NOW

Garnier Nutritioniste Ultra-LiftGarnier Nutritioniste Ultra-Lift Ultra-Life night cream is right for you if you want a nightly solution targeting wrinkles, loss of firmness and dryness.
Sale Price: $11.99 - ORDER NOW

Maybelline Mineral PowerMaybelline Mineral PowerMaybelline Mineral Powder Finishing Veil Translucent Loose Powder is a great topper over a liquid foundation or can be used on its own to give your skin soft and subtle hints of color.
Sale Price: $2.99 - ORDER NOW

Alexandra de Markoff Moisturizing Powder BlushAlexandra de Markoff Moisturizing Powder Blush Alexandra de Markoff Moisturizing Powder Blush has a smooth texture and rich color that doesn't quit over time.
Sale Price: $12.49 - ORDER NOW

Max Factor Color Genius Mineral BlushMax Factor Color Genius Mineral BlushLightweight ColorGenius pigments help recreate the Complex look of beautifully flushed skin and Expertly coordinated to work with your skin tone.
Sale Price: $7.95 - ORDER NOW

Rss

Followers

total klik

Playlist to Move your Feet


Powered by Blogger.

Search This Blog

Marry Stayed Out All Night Eps.1

Posted by LadyMonday Saturday, January 8, 2011



Pemandangan indah, suasana pernikahan outdoor membuka eps pertama. Bunga bunga cantik..rumput tebal.. tenda putih..kursi undangan..udara yang segar dan cerah..Suasana normal pernikahan outdoor. Tapi ada yg aneh. Pengantin wanita menggunakan gaun pendek putih dan bersepatu boot panjang (??l!!?) sedangkan pengantin pria lebih nyentrik lagi : memakai tuxedo, celana jeans belel style sobek-sobek. 



Ayah sang mempelai perempuan tiba-tiba muncul di altar membawa mempelai pria lainnya. Dan memaksa menghentikan acara. Ia menginginkan mempelai perempuan menikah dengan mempelai laki-laki yg dibawa (tepatnya : diseret) –nya.
Mentari cerah perlahan menghilang..suasana penuh bunga-cerah ceria berubah menjadi gelap-dingin – mencekam- menyeramkan layaknya kuburan.. Yah, mereka semua kini berada di altar di tengah kuburan. Mendadak mempelai pria nomer kedua memutar kepalanya 180 derajat   






*kepala muter-putus..persis banget kayak di film horror yang selalu gw hindari kapanpun-dimanapun.. horror?? Hahh..engga banget deh..

Adegan selanjutnya mempelai perempuan berusaha melepaskan tangannya dari genggaman mempelai pria nomer dua, tapi genggaman itu terlalu kuat. Lalu ia berpaling ke mempelai lelaki pertama, pilihannya. Namun sang mempelai lelaki memalingkan wajahnya

*Adegan terhenti disini. Sepertinya fantasi ini adalah gambaran mengenai cerita darama ini .. Semoga ga beneran horror ya.. ^^”fiuhh

Cerita dimulai dengan sang mempelai pengantin fantasi , Wi Mae RI yang dengan riangnya  membantu para pekerja memindahkan semua barang di apartemennya.  Semua barang tersebut disita karena Ayah Mae-ri/marry yang tidak bs membayar hutang.
Saat selesai, pekerja telah pergi dan rumah telah kosong, Mae Ri mulai menunjukkan kesedihannya. Ia berusaha berfikir positif “ paling tidak kini , ada ruang untuk belajar menari di rumah ini”..

Ayah marry , Wee Dae han, selanjutnya saya singkat AM- ayahnya marry,  adalah pengusaha yg telah bangkrut dan diharuskan membayar sejumlah uang denda kerugian sebesar 100 juta won (USD$90.000) sekitar Rp.1 milyar. Semakin dia berusaha, bukan untung malah kerugian yg diperoleh hingga hutangnya membengkak.

Saat debt kolektor menghampiri apartemen mereka, AM melarikan diri melalui jendela. Marry menghadapi mereka semua sendirian. Akhirnya mereka pun pergi.

Dengan sedih Mae Ri mulai menghitung 1-10, lalu menarik napas berusaha bersikap optimis, semua kesialan akan berlalu. Maeri-pun mulai mengeluarkan tv merah kecil yang berhasil disembunyikan dari para pekerja pemindah barang. Mulai menonton drama. Hal yg disukainya.

 *******

Adegan beralih  ke tokyo, pada Jung In, seorang CEO di perusahaan ayahnya. Dan ayahnya Jung Seok (selanjutnya disebut AJ-ayah Jung In). Keduanya telah 20thn tinggal di jepang, dan kini berencana kembali ke korea dalam rangka bisnis. Jung In menghadap ayahnya untuk menyetujui proposal bisnis.










Jung In berencana saat di korea ia ingin membuka production house dan memproduksi drama, tapi ayahnya menolak, katanya “ Rencana bisnis yg tidak menguntungkan, drama terlalu beresiko, uang yg ditanam dengan mudah bisa  lenyap tanpa hasil”

Namun bujukan Jung In melunakkan hati ayahnya.  AJ bersedia membiayai drama Jung In asalkan Jung In mengikuti persyaratan yang diajukan AJ : Jung In harus menikah dengan perempuan yg telah dipilih ayahnya.

Demi ambisinya, Jung In menyetujui syarat itu. Tak lama ia pergi ke korea utnuk melakukan kasting pemeran drama yg akan di buatnya. Ia tertarik dengan profil aktris Seo Jun yg cantik dan berbakat.
Sementara itu, AJ mengunjungi sebuah makam. Disana ia melihat seorang pria yg dihajar dua orang lelaki. AJ mengirim 2 pengawalnya untuk membantu pria malang itu. Ternyata pria itu adalah ayah Mae Ri, AM.  AJ terkejut karena yg ditolongnya dalah AJ, sahabatnya dulu. Mereka berpelukan


Selanjutnya,  terlihat AJ memandangi foto tua, seorang perempuan dan anak gadisnya. Perempuan itu terlihat mirip Maeri – mungkin itu alm ibuMaeri-  dengan demikian,  gadis kecil itu pastilah MaeRi kecil.

*****

Maeri, 24 tahun sangat menyukai drama, ia belajar di jurusan sastra dan bercita-cita ingin menjadi penulis suatu saat nanti. Setahun lagi Maeri dapat lulus dari kuliah, namun ia harus cuti untuk bekerja. Sedihnya lagi, karena tak punya uang iapun menghindari temen-temannya. Jarang sekali maeri pergi bersama mereka lagi. Tapi malam itu teman-temen maeri menelponnya untuk melihat konser indie band di Hongdae. Mereka memintanya untuk menyetir.

Di sebuah café di hongdae, Kang Mu gyul dan grup indie band nya tampil secara tetap. Mereka cukup terkenal didaerah itu dengan fans setia yang memenuhi café di setiap jadwal tampil band mereka.

Ke cafe inilah Maeri bersama 2 org temannya berkunjung. Sepanjang jalan, telah ramai penonton ingin menyaksikkan pertunjukan. Mae-Ri yang bertugas menyetir mobil belum mengenal dengan baik daerah hingdae. Kecanggungannya akhirnyamembuatnya  menabrak seorang pemuda bergitar (ksatria bergitar..halaahh!!).. Kang Mu Gyul.  Well, pada saat itu Mae Ri belum tahu kalo itulah Leader boy band yang ingin dilihat mereka.



Tergesa-gesa, Mae Ri turun dari mobil dan mellihat sang korban yang jatuh tepat di depan mobil. Pandangan mata mereka saling bertemu dan Mae Ri - Mu Gyul saling menatap-terpana .

Mae Ri bertanya apakah Mu Gyul baik-baik saja, Ternyata tangan Mung Gyul berdarah, ia pun menjilat tangannya . Mu Gyul bilang bahwa ia tidak apa-apa. Mu gyul pun bangkit sambil bergumam " ah, aku sudah terlambat" lalu pergi meninggalkan Mae Ri.  
Kedua teman Mae Ri menyusul seorang bertanya “Apakah dia pengemis?” , yg satu lagi “Woow, Dia ganteng bangettt..”

 *bener bangett tuh hehehe..

Selanjutnya temannya mengatakan kalo Mu Gyul mungkin sedang menghapal plat mobil mereka dan terlihat seperti penipu. Mereka pun ketakutan kalo Mu Gyul akan memeras mereka, teman-temannya melimpahkan kesalahan pada Mae Ri karena ia yang mengemudikan mobil.

Mae Ri takut bila sang korban menuntut tanggungjawabnya di kemudian hari. AKhirnya Mae Ri memutuskan mengikuti Mu Gyul, berdesakan diantara para penonton yang mengantri di trotoar Hongdae. Ia berusaha menerobos, mengekor Mu Gyul masuk ke dalam café. Pada saat itu band Mu Gyul sudah bersiap untuk tampil di panggung.



Mae RI yg berhasil masuk café menyadari bahwa Mu Gyul tidak berada diantara para penonton, melainkan di panggung bersama gang-indie bandnya 

*OST yang dimainkan : My Bus..lagu yg musiknya penuh semangat dan gw suka banget.., tapi artinya terasa rada aneh..maklum deh..indie band..idealis 



Mae RI pun dengan antusias mengambil foto Mu Gyul saat tampil, sebagai bukti bahwa kondisi Mu Gyul tetap Sehat setelah kecelakaan. Setelahnya Mae Ri bergegas ke belakang panggung, berharap dapat bertemu Mu Gyul. Tapi begitu banyak fans juga berfikiran sama. Mereka semua ingin bertemu rocker sexy itu


*Hell yeahhh!!!!.. kali aja bisa foto bareng..truss aplod di fb dehh...hehehe


Saat itulah Mae Ri yg penggemar drama, melihat Seo Jun, yang menyamar sebagai penonton. Mae Ri menyadari Seo Jun sebagai artis drama tv, yg berbakat.  Tapi Mae Ri kembali berfokus pada usahanya menyusul Mu Gyul. Mu gyul berhasil melihatnya, namun sepertinya Mu gyul telah melupakan Mae Ri, dan memperlakukan Mae RI seperti fansnya yg lain. Mu Gyul Memeluk Mae Ri diiringi teriakan histeris semua fans yang melihat disekelilingnya .Mu Gyul berfikir memang hal ini yg diinginkan Mae Ri spt fans lainnya.  Setelah pelukan itu, Mae Ri mematung dalam keterkejutannya.


Mu Gyul pun berlalu, Akhirnya Mae ri mengikuti. Sampai akhirnya Mae Ri mendapati Mu Gyul sedang berbicara dengan seorang wanita di sebuah gang, Mu Gyul ogah-ogahan mendengar wanita itu berbicara. Lalu sang wanita menampar Mu gyul. Mae Ri terkejut melihatnya. Setelah ditampar Mu Gyul pergi tanpa berkata apapun. Si wanita menangis menjerit-jerit.

*lebay benerr.. klo udah diputusin terima dong..dasar perempuan penggoda suami orang..wkwkwk..

Mu Gyul sampai disuatu café.  Mu Gyul duduk berhadapan dengan seorang perempuan. Mereka berbicara dalam nada tinggi (terdengar samar-samar oleh Mae Ri)  Mu Gyul membentak perempuan itu :“Berani sekali, kamu melakukan ini padaku”. 


Sebetulnya pada saat itu Mu Gyul mengungkapkan protesnya thd pasal kontrak indie bandnya .
Perempuan itu adalah manager band Mu Gyul yang berkeinginan agar Mu Gyul menyingkirkan teman-temannya dan membentuk grup baru yg lebih ‘menjual’.  Pasal ini tercantum dalam kontrak kerja, yg di ttd Mu gyul tanpa diperiksa dengan baik. 

Mu Gyul yang setia kawan, merasa menyesal dengan kontrak tsb dan  menjadi marah. Ia membentaknya. Sayang sekali Mae Ri tidak dapat mendengar  dengn baik keseluruhan percakapan, akhirnya Mae Ri berkesimpulan Mu Gyul pria kejam,  membuat seorang perempuan manangis, sekarang berkencan dengan perempuan ini, dan membentaknya

Karena Mu Gyul tak setuju, ia terpaksa harus membayar sejumlah besar  uang denda pelanggaran kontrak pada perempuan itu. Mu Gyul telah melepas apartemen dan menguras tabungannya untuk mendapatkan uang tsb.  

Setelah perempuan itu berlalu, Mae Ri duduk di depan Mugyul, mengaku sebagai fansnya dan memnta Mu gyul menandatangani kertas putih. Mu gyul membuat tanda tanganberukuran besar.
“ Aduuh, ini sih terlalu besar. Bisa tolong diulang disini? Mae Ri melipat kertas dan menunjuk bagian bawah kertas, tempat untuk ttd Mu gyul. 

Walaupun merasa aneh, Mu Gyul mengikuti kemauan Mae Ri. Mu Gyul lalu memberinya dan berkata, "kemarilah" sambil bersiap memeluk Mary (sebagai bentuk fanservis), namun Mary menolaknya dengan hormat dan mengucapkan terimakasih banyak lalu bergegas meninggalkan Mu Gyul. Mu Gyul pun heran dan melanjutkan minumnya.

Sambil minum Mu Gyul berfikir, ia curiga dengan tindakan Mae Ri, ia pun keluar mengikuti Mae Ri.
Di luar café, diatas kursi jalanan, Mae ri membuat kesepakatan palsu, dan menulis pasal “Mu gyul melepas tanggung jawab pelaku  bila terjadi hal-hal terkait kecelakaan” di bagian atas kertas terlipat yg telah dittd Mu Gyul

*Smart Girl.. lebih pinter lagi klo hal ini dilakukan agak jauh dari lokasi café..







Tanpa diketahui Mae Ri, Mu gyul berada diatasnya, mengamati perbuatan MaeRi.
Mu Gyul turun dan berjalan perlahan mendekati Mae Ri, ia pun merebut surat tersebut dan membacanya, "apa ini?" serunya
Mae Ri kaget,"ah bukan apa-apa" seru Mae Ri.
"Fans ku?" ucap Mu Gyul
lalu merebut kertas itu,  merobeknya dan melemparnya di udara. MaeRi shock melihat serpihan kertas itu beterbangan diudara... Mae Ri mengejar Mu Gyul
"aku sudah bilang, aku..." ucap Mu Gyul terpotong.
"kalau begitu buatlah surat pernyataan" pinta Mae Ri.
"huh...apakah kamu sering ditipu orang?" tanya Mu gyul.
"ya, bahkan aku tidak percaya pada siapapun" jawab Mae Ri. Mu Gyul ngangguk-ngangguk sambil mendengarkan Mae Ri. Mu Gyul menawari Mae Ri minum, tapi Mae Ri menolaknya,
"aku tidak bisa, kalau aku mabuk aku akan melupakan segalanya" ucap Mae Ri.
Mu Gyul merengut, Mae Ri takut akhirnya menyodorkan gelasnya sambil berkata, "baiklah, tapi jika saya minum 1 gelas, maka kamu akan membuat surat pernyataan khan?".


Hari itu terasa begitu menyebalkan bagi kehidupan mereka. Mu gyul dengan evil manager dan MaeRI dengan debt collector.. Akhirnya mereka sepakat minum bersama. 



Mae Ri berusaha merayu Mu Gyul untuk menandatangani kertas putih lagi,. Sedangkan Mu Gyul, bercermin dari penglaman pahitnya, menandatangani kontrak kosong dengn si evil-manager, enggan memberikan ttd nya.

"aku tidak akan pernah menandatangi surat seperti itu lagi" ucap Mu Gyul.
"ah.. apakah kamu pernah tertipu seumur hidupmu?" tanya Mae Ri.
"hemmm" jawab Mu Gyul sambil mengangguk.
"apakah kamu benaran mabuk?" tanya Mae Ri.
"ya,,, aku minum bila moodku jelek" jawab Mu Gyul sambil menyodorkan minuman ke Mae Ri.
"aku khan sudah bilang aku tidak bisa minum" seru Mae Ri.

Mae Ri, yg tidak tebiasa minum alcohol merasa perlu berpura-pura menyetujui ajakan minum Mu Gyul, agar keinginannya memperoleh ttd Mu gyul tercapai. Saat minum, Mae Ri diam-diam menumpahkan minumannya ke samping. Sial, Mu Gyul menangkap basah perbuatan Mae Rid dan menghukumnya untuk minum 2 sloki.

AKhirnya mereka berdua menjadi mabuk. Mae Ri yg paling parah. Mereka berdua berjalan pulang sambil bercerita. Me Ri sambil terus mnyodorkan kertas putih untuk di ttd Mu Gyul, menceritakan harinya yang buruk, dan Mu gyul bersimpati, jatuh kasihan mendengarnya. Lalu dalam keadaan mabuk  ia memeluk Mae Ri dengan erat. Mae Ri menepisnya . Ia keberatan karena merasa hal itu bukan kebudayaan umum. Mae Ri mengkritik Mu gyul yang dengan mudahnya memeluk orang lain.

Mae Ri merasa  ingin muntah,"aku bisa mati" serunya, 
Mu Gyul menghilang sesaat. "kemana dia" ucap Mae RI sambil mencari Mu Gyul. "ah lupakan saja, aku tidak peduli, aku mau pulang ke rumah" jeritnya. Mae Ri pun berjalan berbalik arah. 

Tiba-tiba Mu Gyul muncul dengan dengan bonggol tanaman hias yang dicabutnya dari tanah . Seakan itu buket mawar, ia mempersembahkan buket sawi itu untuk MaeRi..





"apa ini?" tanya Mae Ri. Mu Gyul hanya cengar-cengir. Mae Ri mencium pohon tadi

*aww..aww..that is so sweet. Beneran deh cute banget adegan ini, jadi ingin hugs n kiss wajah keren-innocent sukkie dan melakukan hal lain yg ga mungkin diceritain disini.. secara ini bukan novel eni erow …wkwkwk.. yeah kuulang beberapa kali adegan ini, memastikan bisa kutulis dengan baik moment ‘adorable-cuteness’ yg terjalin di antara mereka berdua..

Mu gyul tersenyum menggemaskan, tapi senyum itu hilang tatkala menyadari luka jahitan di dahi Mae Ri. 
"ohh...apa itu?" tanya Mu Gyul sambil menyibakkan poni Mae Ri, Mae Ri langsung menutup nya dengan tangan. "aku terluka ketika masih kecil" serunya.

Perlahan dengan penuh percaya diri disibaknya poni Mae Ri agar terlihat jelas luka itu.






"tampaknya itu luka yang sangat serius, sebagai gadis kamu akan memiliki masalah dengan luka tersebut" ucap Mu Gyul.
"saya tidak memiliki masalah dengan itu sebabnya saya menutupinya dengan poni, itulah gayaku" ucap Mae Ri.
"coba aku lihat?" ucap Mu Gyul berubah lembut

Mae Ri keberatan dan berusaha menutupinya. Mae Ri merasa tak percaya diri dengan lukanya itu, karenanya ia selalu menutupi dengan poni, topi, asesoris apapun.. Sambil menutupi luka dengan tangannya, Mae Ri menjelaskan kecelakaan yg dialaminya saat kecil yg menyebabkan luka jahitan itu

"jangan" ucap Mae Ri sambil berusaha menutupi lukanya.
"biarlah, waw,,,, ini benar-benar cantik" ucap Mu Gyul
"apanya?" seru Mae Ri
"bekas luka ini seperti yang ada di Hogwarts, Harry Potter" Seru Mu Gyul.
"Harry Potter?" Seru Mae Ri sambil cemberut.

Selesai berkata ini, Mu gyul bergerak mendekati Mae Ri dan mengecup keningnya. Saat itu  
Mae Ri kaget dengan ciuman itu.  Mae Ri merasakan gejolak dalam hatinya. Sementara Mu Gyul tertawa lalu meninggalkan Mae Ri. Mae Ri sangat bahagia dengan ciuman tersebut, lalu bergumam," ah,, dia memiliki sifat yang periang". 

Kisssss.....



Mae Ri mencari-cari keberadaan Mu Gyul, "kemana lagi dia pergi? dia membuat hati ku berbunga-bunga, kemudian meninggalkan ku" serunya.
Ternyata Mu Gyul ngantuk dan ambruk bersandar di suatu tempat, Mae Ri pun bergumam,"ah, dia seperti kucing jalanan". "apa yang kau lakukan disini?" ucap Mae Ri pada Mu Gyul sambil membangunkannya. Namun Mu Gyul tidak meresponnya. Mae Ri pun ikut bersandar disebelahnya sambil mengeluh betapa capeknya ia.

 Selanjutnya Mae Ri terbangun dan mendapati dirinya terbaring di apartemen kosongnya. Dari jendela, terlihat mentari bersinar terang . Mae Ri berusaha mengira yg terjadi. Ia mngingat dirinya mabuk dan terlupa detil setelahnya. Ia beanggapan Maeri Berhasil sampai di apartemen tanpa bantuan siapapun. Lalu ia melihat gitar Mu gyul, dan heran. Mungkinkah ia pulang ke rumah dengan mambawa gitar rocker itu. Selagi bingung memikirkan cara mengembalikan gitar tersebut, disela kesibukannya bekerja.  Mae Ri bergegas menuju tempatnya bekerja.

Setelah Mae Ri meninggalkan rumahnya, Selimut di sebelah Mae Ri bergerak dan terbuka, ternyata di dalamnya ada Mu Gyul 

Saat Mae Ri sampai , boss nya malah menyuruhnya pulang. Hari itu Mae Ri di-phk, karena kondisi ekonomi perusahaan yg kurang baik. Mae ri berjalan pulang, memulai hitungan 1-10 nya lagi dan berusaha optimis terhadap serial kegagalan yg lagi-lagi menghampirinya. Ia optimis akan memperoleh pekerjaan lain yang lebih baik

*hwaiting Mae Ri !!!.. oh..poor her..

Mae Ri bergerak ke kamar mandi, tapi kaget melihat Mu Gyul keluar kamar mandi dengan rambut basah dan handuk dibahunya. " Kamu punya conditioner. .?" tanyanya.

*wuahahaha..ini nih rocker yg memuja rambutnya..

"Do you have conditioner Marry Christmast? "

aaawww...( MaeRi kaget apa terpesona liat oppa ya..?)


Mae Ri tampak terkejut  lalu bertanya, 
"kenapa kamu bisa sampai ke rumahku?" tanya Mae Ri
"bukankah kita pulang bersama-sama tadi malam?"jawab Mu Gyul
"bersama? aku pulang bersama mu"seru Mae Ri.
"kau tidur dijalan lalu bilang ingin pulang ke rumahmu, maka nya aku mengantar mu. tapi kemudian kamu keluar melihat aku pulang" seru Mu Gyul
"tidak- tidak, aku sudah capek" seru Mae Ri, "lalu kau meninggalkan aku, ketika aku bangun kau tidak ada".
"aku baru saja bangun, oh bagaimana mungkin tidak ada conditioner di rumah seorang gadis?" seru Mu Gyul sambil berlalu.
"Jam berapa sekarang? kenapa baru bangun? kau seorang pria, tidakkah kau bekerja? apa kegiatanmu hari ini?"tanya Mae Ri.
"ah, baiklah saya akan pergi" seru Mu Gyul
"cepatlah pergi" seru Mae Ri sambil mendorong Mu Gyul keluar.
"rambutku bahkan belum kering!" seru Mu Gyul
"seseorang yang sudah memiliki pacar mana boleh melakukan ini" seru Mae Ri
"pacar?" tanya Mu Gyul
"foto yang ada di gitar mu" seru Mae Ri
"aaaahhh... foto itu.." seru Mu Gyul berniat menjelaskan, namun MaeRi tak memberi kesempatan
"aaahhh kenapa kau tidak pergi ke tempat nya" potong Mae Ri sambil terus menyerahkan tas Mu Gyul dan mendorongnya


Mae Ri sebelumnya sempat membuka kotak gitar Mu gyul dan melihat sebuh foto wanita cantik di dalamnya. Mae ri menduga wanita itu kekasih Mu Gyul

Merasa bingung, Mu gyul berusaha mengatakan “ pacar yg mana?” namun Mae Ri tak mendengar karena sibuk mendorong Mu gyul keluar pintu. Saat itulah Mu gyul berteriak kesakitan. Rupanya tak sengaja MaeRi menyentuh dengan keras bagian tubuh Mu gyul yg memar karena kecelakaan kemarin malam. Mae Ri menghentikan aksinya, sadar karena itu kesalahannya. 

Mae Ri meminta Mu gyul masuk ke dalam apartemen dan mengobati luka Mu Gyul. Mu gyul berbaring miring sambil menyaksikan TV, dan Mae ri memulai mengobati pinggul Mu gyul yang memar. 



Yakk, ini adegan yg bikin gw mendidih..owhh oppa..


"berapa usiamu?" tanya Mu Gyul,
"24" jawab Mae Ri.
"oh, ternyata usia kita sama" seru Mu Gyul. Mae Ri pun kaget dia berguman dalam hati " kenapa aku bicara bahasa resmi dengannya, sementara Mu Gyul bicara santai".
"kenapa?"tanya Mu Gyul melihat Mae Ri diam,
"tidak" jawab Mae Ri sopan.
"bicaralah dengan santai" seru Mu Gyul.
"aku tidak nyaman bicara santai dengan orang tak dikenal" seru Mae Ri
"eh,,,tidak nyaman, kenapa?" seru mu Gyul
"situasi kita berbeda" seru Mae Ri
"siapa namamu?" tanya Mu Gyul
"Wi Mae Ri, Mae Ri? jawab nya
"Mae Ri, Merry Christmas?" seru Mu Gyul
"heh,,itu kalimat yang aku benci" seru Mae Ri sambil tersenyum sinis.

Sesungguhnya, luka itu tak serius, tapi Mu gyul berlagak seakan amat sakit, dan meminta Mae ri mengijinkannya tinggal di apartemen itu sampai waktu tak terbatas, hingga sembuh tentunya
 

Mae Ri sebetulnya merasa kasihan dan ingin bertanggungjawab terhadap kondisi Mu gyul, walaupun itu artinya ia harus tinggal seatap dengan pria tak dikenal. Namun ia sendiri saat ini memiliki kesulitan keuangan hingga sulit untuk makan, apalagi harus member makan orang lain. 

sepanci berdua...


Karenanya ia merasa sedih saat Mu gyul memasak ramen terkhirnya
Mae Ri mendekati Mu Gyul yang sedang makan ramen. dan memandangi nya. Mu Gyul makan sendiri lalu bertanya, " jadi kapan kamu mulai pindah kemari?"
"aku tidak pindah kemari" jawab Mae Ri.
"apakah penagih hutang mengambil semuanya?"
"bagaimana kamu bisa tahu? oh buku ku"seru Mae Ri sambil mengambil bukunya yang dijadikan alas panci oleh Mu Gyul.
"apakah kamu mengambil cuti?"
"kenapa kamu tahu?' seru Mae Ri
"karena aku jg begitu" jawab Mu Gyul

Mae ri yg juga merasa lapar berusaha meminta Ramen tersebut. Mereka makan Ramen tersebut langsung dari panci. Sepanci berdua…
Demikianlah, Mu Gyul tinggal di apartemen MaeRi. 

Yahh,  kita tau alasan sesungguhnya adalah karena Mu Gyul homeless,  tak lagi memiliki tempat tinggal setelah ia menguangkan apartemennya untuk membayar si evil-manager. Sedangkan mae Ri beranggapan Mu Gyul benar-benar merasa sakit karena kecelakaan itu. Saat Mae Ri mengungkit kapan Mu gyul akan pergi, segera Mu gyul menunjuk pinggulnya yg sakit. Dan Mae Ri pun tak berkutik

*hahaha…




Sehari setelahnya,Mu Gyul setuju meninggalkan apartemen tersebut, bahkan tanpa ragu, ia pun memberi ttd nya pada kertas yg disodorkan MaeRi.


" Daah Marry Christmast "  ucap Mu Gyul
" Bye Happy New Year " balas MaeRi. Meledek


Mu Gyul pergi ke taman, bertemu gang-band nya, bertanya siapa yg akan menampungnya malam ini.

***** 

Sementara itu Jung In baru saja sampai di bandara dengan sekelompok pengawalnya dan AJ-ayahnya. Jung In bertanya, kenapa ayahnya ingin pulang ke Korea setelah 20 tahun, apakah ada tempat yang ingin dikunjunginya. Ayahnya justru menyuruh Jung In ke kantor dan mempersiapkan diri untuk makan malam acara perjodohan. Jung In pun menuruti perintah ayahnya.

*****


Setelah gagal mencari kerja, Maeri Bergegas pulang ke apartemennya. Ia melihat surat poeringatan tagihan gas-listrik-air di pintu apartemen. Tak lama setelah  masuk, ia mendengar gedoran sang pemilik apartemen, menagih uang sewa yang sudah terlambat lama.
Mae Ri mulai menghitung lagi 1-10, anamun kali ii terlalu berat baginya, iapun susah bersikap optimis . Dan MaeRi mulai terisak sedih mengingat hari ini peringatan kematian ibunya. Ia tak bisa mengunjugi makam ibunya, bahkan tak tahu keberadaan ayahnya. 
 
Di tengah isak sedihnya, MaeRi mendengar bel pintu berbunyi. Saat pintu dibuka, Maeri terkejut : Mu Gyul.  Berdiri dengan penuh percaya diri, dan senyumnya yang menggemaskan, Mu gyul masuk ke dalam apartemen sebelum MaeRi memintanya. Mu Gyul membawakan sekarton Ramen.

"izinkan aku tinggal beberapa hari disini" seru Mu Gyul sambil duduk dan menarik selimut.
"apa??" seru Mae Ri kaget lalu mengambil surat kuasa. " kamu sudah menandatangani ini, jadi kamu tidak bisa menuntut ganti rugi lagi"
"aku bukan ingin menuntut ganti rugi,,,hisss...ini..." seru Mu Gyul seraya menyerahkan amplop pada Mae Ri
"apa ini?" tanya Mae Ri. "oh, uang..."
"beri aku kamar kosong, bukankah kamu memilikinya" seru Mu Gyul sambil menunjuk kamar kosong.
"hah..apakah ini alasanmu kembali?"seru Mae Ri.
"hemmm,,, rumah ini terasa nyaman"seru Mu Gyul
"nyaman? apanya yang nyaman?"tanya Mae Ri
"seperti tinggal bersama saudara..adik-kakak"seru Mu Gyul

*Adik-kakak???..hahahaa…personally I think of Sukkie as the hottest man alive..and so I cant be his sibling .. God knows it cant be..

"saudara adik kakak? kau benar-benar gila" seru Mae Ri
"tenang saja, ini tidak lebih dari seminggu, karena akan membosankan" seru Mu Gyul
"apa itu bosan?"tanya Mae Ri
"karena wanita akan minta dinikahi bila tinggal bersama lebih dari seminggu" seru Mu G
"hahhh, itu tidak akan terjadi pada saya, bukannya kamu harus pergi pada wanita itu bila kamu membutuhkan tempat tinggal. Cepat bangun" seru Mae Ri sambil memaksa Mu Gyul bangkit.
"Seo Jun telah bersama pria lain" keluh Mu Gyul sambil bangkit
"aku tidak peduli" seru Mae Ri. lalu terdengar bel berbunyi.
"siapa itu?" Mae Ri bertanya
"ini ayahmu" seru asal suara.
"yaaa..kamu tinggal bersama ayahmu?" tanya Mu Gyul
"hah..apa yang harus aku lakukan?" seru Mae Ri panik lalu menyuruh ayahnya menunggu sebentar
  


 Mae RI berusaha mengusir Mu gyul. Mu Gyul menolak pergi .Mae Ri menarik Mu Gyul ke arah jendela dan menyuruhnya lompat.
"kenapa saya harus lompat?" tanya Mu Gyul
"ini darurat" jawab Mae Ri
"tapi di luar dingin sekali" seru Mu Gyul sambil bersedekap. sementara ayah Mae Ri terus memanggilanya. Akhirnya Mae Ri membawa Mu Gyul ke kamar mandi dan mengurungnya sambil menyuruh Mu Gyul tidak berisik. Mu Gyul mengikuti sambil sempoyongan.

Mae Ri membuka pintu apartemen. AM masuk dengan wajah bahagia berkata “ Masalah kita selesai dengan sempurna. Hutang bisa kubayar dan pernikahanmu telah diatur. Semua hanya dalam satu langkah saja. MaeRI, kita tidak perlu kuatir lagi.”

Mae Ri bingung mendengarnya. AM dengan terpotong-potong menjelaskan AJ, ayah Jung In calon suami Maeri yg belum pernah dilihatnya bersedia melunasi hutangnya

Saat itulah terdengar bunyi flush toilet. Mae rI berusaha menghalagi AM masuk melihat Toilet. Namun pintu toilet terbuka, Mu Gyul berjalan keluar dengan senyumnya menyapa AM dengan ramah.




senyum manisss.... ^^

Ayah Mae Ri terkejut melihat putrinya di bawah satu atap dengan pria tak dikenal..
Wajah AM kelihatan sekali akan meledak..

*hahahah…

0 comments

Post a Comment

About Us

My photo
The Biggest BLue Marble, Indonesia
Hobi adalah penyeimbang hidup. Menetralisir semua perasaan negatif. Melakukan Hobi, mampu menyemai keceriaan, menumbuhkan kebahagiaan, membuahkan semangat, melahirkan kembali kekuatan untuk bertahan hidup Blog ini tentang hobi saya.